browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Ketahanan Komunitas di Kampung Tematik Kota Malang

Posted by on July 7, 2022

RINGKASAN
Rizky Amanda Vidianti, Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Juli 2021, Ketahanan Komunitas di Kampung Tematik Kota Malang, Dosen Pembimbing: Bapak Dr. Ir. Surjono, MTP dan Bapak Gunawan Prayitno, S.P., M.T., Ph.D

Salah satu langkah inovasi permukiman yang dilakukan di Kota Malang ialah pengembangan kampung tematik. Terdapat 4 (empat) lokasi prioritas pengembangan kampung tematik yang kemudian menjadi lokasi studi pada penelitian ini yaitu Kampung Heritage Kajoetangan, Kampung Glintung Kultur, Kampung Terapi dan Kampung Jahe. Keempat kampung tematik ini telah berkembang dan bertahan lebih dari dua tahun serta sering menjadi lokasi percontohan atau studi banding untuk pengembangan kampung tematik dari daerah lain. Peneliti merasa penting untuk mengkaji faktor faktor yang mempengaruhi ketahanan komunitas dari keempat kampung tematik tersebut sehingga diharapkan dapat menjadi masukan terhadap kampung tematik di wilayah lain agar dapat berketahanan.Teknik pengambilan data terdiri dari observasi lapangan, wawancara, kuesioner, studi literatur, dan survei instansi. Penelitian menggunakan 1 teknik analisis yaitu analisis Structural Equation Model (SEM) untuk memperoleh 2 ouput penelitian yaitu a) Model Pengukuran dari indikator yang berpengaruh dalam ketahanan komunitas Kampung Tematik di Kota Malang dan b) Model Struktural dari aspek sosial, SDM, ekonomi, ekologi, budaya, fisik, teknologi, dan pemerintahan. Berdasarkan analisis, dari 44 indikator yang yang diteliti terdapat 17 indikator yang memiliki nilai signifikan dalam ketahanan komunitas di kampung tematik di Kota Malang yaitu Frekuensi kegiatan kemasyarakatan, penghasilanper bulan, pengeluaranper bulan, dampak kegiatan tematik terhadap ekonomi keluarga, Kepemilikan tabungan, persentase tabungan, pengelolaan persampahan, upaya pelestarian lingkungan, Kepadatan bangunan, penggunaan listrik, Keterlibatan pihak eksternal kampung, Keikutsertaan terhadap organisasi permukiman, keikutsertaan dalam kegiatan terkait kampung tematik, keterampilan yang dimiliki, keikutsertaan aktifitas peningkatan keterampilan, Penggunaan internet, Peranan TIK dalam kehidupan sehari hari. Jika dikaitkan dengan kondisi pada keempat kampung tematik, indikator-indikator tersebut memiliki pengaruh yang membuat masing masing kampung bertahanan. Terkait dengan model structural diperoleh urutan variabel yang memiliki nilai tertinggi hingga terendah sebbagai berikut 1) Ekonomi (0.528), Sumber Daya Manusia (0.260), Sosial (0.219), Teknologi (0.195), Ekologi (0.157), Pemerintahan (0.156), Fisik(0.112). Budaya (0.044). Kedelapan konstruk tersebut memiliki nilai t-values yang lebih tinggi dari t-table dan p-values yang signifikan. Hal ini dapat diartikan hipotesis dari masing masing konstruk terhadap ketahanan komunitas dapat diterima dan keseluruhan konstruk yang diteliti memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengembangan kampung tematik di Kota Malang. Saran penelitian selanjutnya yaitu penelitian selanjutnya dapat menganalisis ketahanan masyarakat per tipologi pengembangan kampung tematik
Kata Kunci : Ketahanan Komunitas, Kampung Tematik, Malang, SEM, model pengukuran, model struktural

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *